Jakarta – Program Studi Teknik Mesin menyelenggarakan kegiatan International Visiting Professors pada 21 September 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Future Frontiers in Agriculture and Healthcare: AI, Automation, Nanotechnology, and Computational Modeling.” Acara berlangsung di Auditorium J Building, 5th Floor. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran wawasan dan pengetahuan dari akademisi internasional.
Salah satu pembicara yang hadir adalah Dr. Ankita Awasthi dari IILM University, Greater Noida. Beliau merupakan Associate Professor dengan latar belakang di bidang Mechanical Engineering dan berbagai teknologi terapan. Dr. Ankita memiliki pengalaman dalam penelitian, inovasi, serta pengembangan teknologi lintas disiplin. Kehadirannya memberikan perspektif internasional mengenai perkembangan teknologi di bidang kesehatan.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Ankita Awasthi membawakan topik “Hyperthermia Therapy for Cancer Treatment: Emerging Role of Nanotechnology and Computational Modeling.” Topik ini membahas penerapan nanoteknologi dalam pengembangan terapi hyperthermia untuk pengobatan kanker. Pembahasan juga mengangkat pemanfaatan computational modeling dan simulation software dalam mendukung penelitian. Materi tersebut menunjukkan keterkaitan antara teknologi rekayasa dan inovasi di bidang healthcare.
Pembicara berikutnya adalah Prof. (Dr.) Kuldeep Kumar Saxena dari Bennett University, Greater Noida. Beliau merupakan akademisi dan peneliti di bidang Mechanical Engineering dengan pengalaman dalam pendidikan, penelitian, serta kolaborasi industri-akademik. Prof. Saxena memiliki keahlian dalam advanced materials, manufacturing, additive manufacturing, IoT, dan sustainable engineering. Pengalamannya turut memperkaya perspektif peserta mengenai penerapan teknologi dalam berbagai bidang.
Prof. Kuldeep Kumar Saxena membawakan topik “Intelligent Hydroponics for Future Agriculture: Convergence of AI, IoT, Automation, and Plant Science.” Materi membahas integrasi Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), automation, dan plant science dalam pengembangan sistem hidroponik. Pendekatan tersebut memperkenalkan pemanfaatan teknologi untuk mendukung pertanian yang lebih cerdas dan efisien. Topik ini juga menunjukkan bagaimana teknologi rekayasa dapat berkontribusi terhadap kebutuhan pertanian masa depan.
Melalui kegiatan International Visiting Professors, mahasiswa dan dosen memperoleh kesempatan untuk mengenal perkembangan teknologi dari perspektif akademisi internasional. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperluas wawasan mengenai penerapan teknologi pada bidang pertanian dan kesehatan. Pertukaran pengetahuan yang berlangsung diharapkan dapat mendorong munculnya ide, inovasi, serta peluang kolaborasi akademik. Dengan demikian, kegiatan ini turut memperkuat jejaring dan hubungan akademik internasional Universitas Tarumanagara.



